Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negeri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan Firman tuhanmu

Terik matahari tak surutkan langkahmu
Berhujan badai tak runtuhkan azzammu
Ragakan terluka tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia tak silaukan pandangmu

(Sang Murabbi—Izzatul Islam)

“Kalau gak mau jadi pegawai pemda, lu mau kerja jadi apa sih”
“Mamat ngajar aja Bu”
“Gak Lepas tu omongan dari dulu. Sampai sekarang pengen jadi guru aja. Gak kepengen jadi orang berharte”
“Guru itu justru hartenya banyak . Ngasih ilmu aja kerjaannya. “
“Ya udah. Jadi guru juga gak apa sih, bagus. Asal satu, Jangan Korupsi.”


“Abi minta maaf ya Nai. Akhir-akhir ini Abi sibuk banget. Jadi gak sempat ngobrol ama kamu dan ama anak-anak. “
“Ya, udah resiko Bi, jadi istri anggota DPR”
“Kau senang Abi jadi anggota DPR”
“Biasa aja. Tapi Ummi lebih senang jadi istri Abi yang dulu”
“Kenapa?”
“Tuh, rambut abi pada putih semua. Mikirin negara ya?”
“Ada yang lebih berat Nai, mikirin ummat”


Saya faham kita memulai merintis dari awal. Dari tidak mempunyai apa-apa dan ketika perlahan-lahan kehidupan mulai membaik. Alhamdulillah. Tetapi saya lihat banyak diantara pemimpin ummat ini, lupa ustadz. Apa gerangan yang membuat dunia ini menjadi lebih menarik dari pada dakwah itu sendiri . Dan kita sudah lihat itu. Apakah ini , ini yang dikehendaki oleh perjuangan kita selama ini dengan pengorbanan kami para ibu di belakang, saya yakin bukan untuk itu ustadz. Pedih hati ustadz melihat …iman kita ini dipertaruhkan itu dikalahkan hanya oleh jabatan dan harta ustadz



“Tapi afwan ya bi, jangan marah. Saya masih bingung besok masak apa. Uang yang abi kasih udah abis. “ “mmhm…Kalau uang udah abis, kita minta aja lagi sama Allah”
“Kan Allah kasihnya sama abi, jadi saya mintanya sama abi”
“Kalau uang udah abis Nai, itu berarti rejeki udah mo datang lagi. Kayak sumur aja. Kalau sumurnya kering, berarti ujan udah mo datang. “
“Abi lagi gak punya uang ya ?”



dadieditor wrote on May 9
Saya jadi teringat beliau. Pada tahu 2003 kami bertemu dan beliau memberikan pada saya dua buah kitab yang tebal. Beliau membelinya di Madinah sewaktu umrah di bulan Ramadhan. Beliau seorang ustadz yang tawadhu dan ikhlas. Beruntung saya sempat mengenal beliau.
aabab01 wrote on May 9
alhamdulilah...semuga ALLAH mencucuri rahmat ke atas Rohnya dan letakkan bersama orang-orang yang soleh....
kuntum2008 wrote on May 9
Subhanallah..., bentul ya infonya kalau juli akan ditayangkan di Bioskop ?
aabab01 wrote on May 9
insya'allah may be yes..maybe no...
fuzna wrote on May 14
Jadi pengin nonton segera...
aabab01 wrote on May 14
sabar menanti ya...
klubkitakemon wrote on May 14
Assalamualaikum,
Permisi, izinkan saya bersilaturahim ke ruang. ini. Saya Muhammad Yulius, Ketua Umum Majelis Budaya Rakyat (MBR) dan penulis skenario film "Sang Murabbi". Saat ini, film "Sang Murabbi" sedang menjalani proses syuting tahap kedua. Syuting diawali di Gelanggang Bulungan, Jaksel, dan akan dilanjutkan empat hari ke depan di beberapa tempat. Mohon doa, semoga kami diberi kekuatan untuk menyelesaikan film ini sesuai dengan harapan kita semua. Untuk tahap awal, film ini akan diedarkan dalam format DVD. Jika memungkin, kami akan mengalihrupakan ke pita seluloid untuk ditayangkan di bioskop. Demikian, terima kasih. Wassalamualaikum.
aabab01 wrote on May 14
wa'alaikumsalam...saya merasa berbesar hati dapat bertemu dengan penulis filem tersebut..salam perkenalan...saya atau kami doakan semuga berjaya dan dapat sambutan yang lebih meriah sekali dan menyokong filem-filem religi seperti ini...semuga sukses semuanya...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Chris Vincent All rights reserved.