ReviewReviewReviewReviewReview12 Istri Nabi Muhammad SAW - Just to share..Apr 25, '08 12:57 PM
for everyone
Category:Other
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, sudah biasa bagi seorang suami mempunyai lebih dari 1 istri, malah ada yang mempunyai hingga 200 orang istri, entah bagaimana membaginya. Itulah masa dimana Wanita tidak mempunyai harga dirinya lagi

Muhammad muda adalah seorang pedagang yang sangat jujur dan selalu berkata apa adanya terhadap barang2 yang dijualnya. Barang yang di jual itu diambil dari Khadijah. Khadijah sendiri adalah seorang yang mandiri dan mempunyai akses yang luas ke kalangan saudagar kaya dan bangsawan. Jika pada saa itu kebanyakan perempuan menjadi budak, maka khadijah adalah seorang terhormat, walaupun seorang janda yang bercerai hidup dan banyak laki2 yang sudah meminangnya untuk dijadikan istri, tapi khadijah tidak menerimanya dan malah meminang Muhammad yang berusia 25 tahun dan dia sendiri telah berusia 40 tahun.

Selama menikah dengan Khadijah, mereka di karuniai 6 orang anak, 4 perempuan dan 2 laki-laki, tapi menurut sejarah 2 anak laki-laki meninggal pada saat masih kanak-kanak. Pernikahan Nabi Muhammad yang monogami hingga khadijah meninggal setelah mengarungi bahtera rumah tangga selama 28 tahun.

Nabi Muhammad menikah lagi setelah 2 tahun khadijah wafat, dia menikahi Sawda yang berumur 65 tahun (ada yang bilang 72 tahun), ketika di lamar oleh Nabi Muhammad, Sawda bertanya ” Ya Rasul, saya sudah tidak punya hasrat seksual “, Rasul menjawab ” Bukan itu yang aku inginkan, tapi aku ingin agar kamu menemani anak saya”, saat itu hanya Fatimah yang masih belum menkah.

2 bulan kemudian Rasul menikahi Aisha, pada masa itu pernikahan dengan anak kecil belum dianggap melanggar hak anak-anak, pernikahan ini terjadi karan Nabi menghargai orang tuanya, Abu bakar, orang pertama yang mengimani rasul.

Dan secara berturut-turut nabi menikahi Istri-istrinya, pernikahan ini terjadi dalam rentang waktu 5 tahun dan tidak ada satupun dari istri-istri Rasul yang diceraikannya. Rasul meninggal dunia setelah 3 tahun pernikahannya yang terakhir dan dari semua istri2nya ini tidak ada anak dari mereka.


18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
lamuerte wrote on Apr 25
apa nama isteri2x nya?
aabab01 wrote on Apr 25
Nama-nama mereka seperti berikut...
1. Khadijah bt. Khuwailid al-Asadiyah r.a
2. Saudah bt. Zam'ah al-Amiriyah al Quraisiyah r.a
3. Aisyah bt Abi Bakr r.a
4. Hafsah bt. Umar bin al-Khattab r.a
5. Ummu Salamah Hindun bt. Abi Umaiyah r.a
6. Ummu Habibah Ramlah bt. Abi sufian r.a
7. Juwairiyah ( Barrah ) bt. Harith
8. Safiyah bt. Huyay
9. Zainab bt. Jansyin
10. Asma' bt. al-Nu'man al-Kindiyah
11. Umrah bt. Yazid al-Kilabiyah
12. Zainab bin Khuzaimah
lamuerte wrote on Apr 25
aabab01 wrote on Apr 25
you're welcome
sudarjanto wrote on Apr 25
Ada yang ketinggalan
13. Maria dari Romawi yang melahirkan anak laki laki diberi Nama Ibrahim namun meninggal sewaktu masih bayi,dari sinilah turunnya ayat yang melarang Nabi untuk menikah lagi,dan membatasi hanya 4 orang saja hal ini terjadi sebelum Miraj Nabi.(Baca Hayat Muhammad oleh Haikal)
Nabi Muhammad berpoligami setelah wafatnya Hadidjah sebelum itu Monogami hanya dengan Hadidjah.
bunkam wrote on Apr 25
aabab01 said
2 bulan kemudian Rasul menikahi Aisha, pada masa itu pernikahan dengan anak kecil belum dianggap melanggar hak anak-anak, pernikahan ini terjadi karan Nabi menghargai orang tuanya, Abu bakar, orang pertama yang mengimani rasul.
saya pernah membaca sebuah tulisan, bahwa saat itu usia Aisha sudah cukup dewasa. Saya cuba cari sumbernya, bila didapati saya akan cuba lampirkan :-)
aabab01 wrote on Apr 25
terimakasih
aabab01 wrote on Apr 25
insya'allah dipersilakan...terimakasih..
sudarjanto wrote on Apr 25
Menurut saya Perkawinan dengan Aisyah dan Hafsah adalah untuk mempererat ikatan keluarga Abubakar dan Umar dan merupakan hiburan yang diberikan oleh para sahabat tersebut kepada Nabi karena Nabi kehilangan Hadidjah,Sedangkan Ummu Habibah binti Abu Sofyan walaupun dinikahi secara diwakilkan tidak pernah bertemu karena tinggal di Ethiopia, Ummu Salamah dan Saudah merupakan janda syuhada,Zainab adalah mantan istri Zaid anak angkat beliau yang diperintahkan untuk mengawininya oleh Allah,adapun istri terakhir adalah Maria yang melahirkan Ibrahim.mungkin disini Allah tidak menghendaki Nabi menurunkan Anak Laki2 maka turunlah ayat2 tersebut
Adapun Asma.Juwairiyah dan Umrah dan Zainab saya kurang jelas ceritanya.
syaltout wrote on Apr 25
Ada yang ketinggalan
13. Maria dari Romawi yang melahirkan anak laki laki diberi Nama Ibrahim namun meninggal sewaktu masih bayi,dari sinilah turunnya ayat yang melarang Nabi untuk menikah lagi,dan membatasi hanya 4 orang saja hal ini terjadi sebelum Miraj Nabi.(Baca Hayat Muhammad oleh Haikal)
Nabi Muhammad berpoligami setelah wafatnya Hadidjah sebelum itu Monogami hanya dengan Hadidjah.
Jadi Nabi menikah 13 kali yaa Mas?
aabab01 wrote on Apr 25
yes..
demsad wrote on Apr 26
terima kasih
aabab01 wrote on Apr 26
kembali..
nisanajma wrote on Apr 26
TFS..
aabab01 wrote on Apr 26
you're welcome..
aabab01 wrote on Apr 29
Istri-istri Rasululloh SAW
Masuk Kategori: Ensiklopedia Islam, Kisah Nabi dan Rasul

Berawal dari komentar mas Ruly di sini, aku jadikan artikel saja…agar pengetahuan kita (terhadap Rasululloh SAW) lebih bertambah.

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:

1. SITI KHADIJAH: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2. SAWDA BINT ZAM’A: Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr. Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.

4. HAFSAH BINT UMAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.

6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.

7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).

8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.

9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah disampaikan terpisah.

10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan Maria (thx buat Joan) akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.

Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1?
chibi16 wrote on May 27
erm......................... mungkin menikahnya bukan karena faktor seksual belaka, bkn spt yg terjadi seperti sekarang ini.....kan?! alasan menikah beberapa kali karena ikut jejak nabi nyA, padahal ...................kr seksualitasnya aja , sorry aku kasih bicara gitu kr dlm ajaran khatolik menikah hanya cukup sekali seumur hidup.
Poligami katanya di bolehkan dlm islam, tapi ..... aku gak tau pasti alasan yg tepat mengapa di boleh kan??????.................... bisa bantu dijelas kan????
aabab01 wrote on May 27
apa yang telah dikatakan dalam kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah untuk menolong isteri-isteri beliau bukan kerana nafsu malah untuk menolong janda-janda suami mati dalam peperangan dan untuk memberi kasih dan sayang kepada mereka...supaya anak-anak dapat pelindungan seperti anak-anak lain...memang benar agama Islam membenarkan kahwin tapi mesti cukup syarat zahir dan batin..bukan dibuat sesuka hati dan membawa pemasa'alah pada diri bakal isterinya serta menganiaya diri mereka sendiri..kebanyakkan orang tersalah anggap perihat ini dan mereka itu ada ilmu atau pengetahuan tentang agama dan hanya megikut yang sunat tapi banyak yang wajib ditinggalkan..
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help